memaknai-hadist-tentang-ikhlas

Memaknai Hadist Tentang Ikhlas

memaknai hadist tentang ikhlas

Berbicara hadist tentang ikhlas, atau ikhlas itu sendiri adalah sesuatu yang susah untuk kita raih, tapi kata susah bukan berarti tidak bisa, atas izin ALLAH pasti bisa, asalkan kita mau berusaha dan bekerja keras untuk meraihnya.

Jika anda masih berfikir ikhlas adalah perkara mudah, maka anda setelah membaca paragraf di atas akan mengerenyitkan dahi, kok ikhlas susah, apanya yang susah?.

Jika kita punya perasaan tentang ikhlas seperti itu, menganggap enteng maka anda di pastikan tidak ikhlas, mengapa demikian?

Ulama Besar Tidak Mengklaim Ikhlas

Anda tahu siapa Imam Ahmad Bin Hambal?, ya beliau adalah ulama besar salah satu ulama mahzab, hafal ribuan hadist, menjadi guru para ulama, rajin ibadah dan sangat di akui kefakihan dan ke zuhudannya akan dunia.

Beliau Rahimahullah ketika ditanya perihal semua yang telah di lakukan atau amalkan seperti menghafal hadist, mengajarkan ilmu dan berbagai macam amalan lainnya, mengatakan: Ikhlas adalah sesuatu yang berat dan sulit, adapun saya hanya berusaha sekuat yang saya mampu dan hasilnya saya serahkan kepada ALLAH.

Lihat perkataan imam besar ini, tidak ada kata kata ikhlas adalah perkara mudah, tapi yang beliau katakan adalah ikhlas perkara yang sulit, dan beliau tidak mengklaim sebagai orang yang ikhlas, siapa kita di banding imam ahmad, sudah berapa hadist yang kita hafal bahkan banyak dari kita Al Quran juz 30 saja tidak hafal, tapi berani mengatakan saya ikhlas.

Cara Agar Dapat Ikhlas

Untuk mendapatkan keikhlasan saat beramal butuh perjuangan dan kerja keras seperti yang di katakan imamahmad di atas, tapi ingat manusia tidak akan di bebankan sesuatu yang melebihi kapasitasnya, jadi sudah barang tentu perihal hadist tentang ikhlas ini pun bisa kita dapatkan dengan cara sebagai berikut:

Berdoa Kepada ALLAH

Berdoa kepada ALLAH agar senantiasa di berikan hati yang ikhlas dan di mudahkan dalammelakukan amalan agama karena ALLAH, dengan doa ini maka ALLAH yang menggenggam kehidupan kita akan memudahkan kita dalam beramal ikhlas.

Sembunyikan Amal

Sembunyikan amal, mungkin anda akan berkata sayakan menampakan amalan agar ada orang yang mencontoh, sehingga saya akan mendapatkan pahala dari orang yang mengamalkan apa yang saya contohkan.

Jika benar seperti itu niat anda dan anda yakin bisa terbebas dari riya, maka boleh di lakukan, tapi jika anda ragu dan yakin akan terkena riya maka wajib di sembunyikan, ini jauh lebih aman dan tanpa resiko.

Perbaharui Niat

Perbaharui niat ketika sedang beramal, niatkan karena ALLAH agar senantiasa hati kita terpaut dengan ALLAH sehingga keikhlasan akan terjaga.

Tentu cara diatas perlu untuk di latih secara terus menerus agar keikhlasan sudah bisa menjadi darah daging kita, jangan melakukannya hanya sekali lalu berhenti, yang seperti ini tidak akan berhasil dan akan sulit untuk ikhlas.

Artikel ini ringkasan dari website islami https://penaungu.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *