Berat Kambing untuk Aqiqah dan Syarat Lainnya

Aqiqah Bandung dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran buah hati umat Islam di Bandung. Akan tetapi, sudahkah Anda tahu apa sebenarnya makna aqiqah itu sendiri? Istilah aqiqah diambil pangkal kata dalam bahasa Arab “aqqa” yang berarti memotong. Memotong dalam hal ini dapat bermakna ganda.

Yang pertama, dapat berarti menyembelih hewan ternak. Yang kedua, memotong rambut dari bayi yang diaqiqahi. Waktu aqiqah yang paling diutamakan adalah sang berusia satu minggu atau tujuh hari setelah kelahiran sang bayi. Pada hari tersebut, anak yang tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan hewan ternak dan dicukur habis rambutnya. Berikut berat kambing untuk aqiqah dan syarat lainnya.

Berat Kambing untuk Aqiqah

Dari berbagai macam sumber dan pendapat dari para alim ulama, tidak dijelaskan terlalu detail mengenai ketentuan berat kambing untuk aqiqah. Dibanding ketentuan beratnya, justru hal yang lebih banyak diperdebatkan oleh para ulama maupun masyarakat ialah syarat-syarat lainnya seperti umur kambing yang layak untuk aqiqah. Meskipun begitu, telah diatur bahwa kambing untuk aqiqah haruslah sehat dan gemuk.

Tidak diperbolehkan bagi Anda memilih kambing kurus yang tidak berlemak lagi. Pada umumnya berat yang dipilih untuk seekor kambing adalah 30 kg atau 40 kg. Jadi, jangan sampai Anda memilih kambing yang beratnya kurang dari itu. Pastikan Anda memberi kambing untuk aqiqah yang terbaik karena Allah telah memberi anugerah terindah bagi Anda sebagai orang tua.

Usia Kambing untuk Aqiqah

Tidak hanya berat kambing untuk aqiqah yang perlu Anda perhatikan melainkan beberapa syarat lainnya juga perlu Anda penuhi dengan begitu kambing yang Anda pilih layak untuk aqiqah buah hati Anda. Jadi, pastikan Anda cermat dalam menjalankan perintah agama yang satu ini karena bukan perkara yang mudah memilih kambing yang tepat untuk aqiqah.

Untuk kambing minimal usianya satu tahun. Jadi, hanya kambing yang telah memasuki tahun kedua yang diperbolehkan. Sementara itu, selain kambing, domba juga diperbolehkan menjadi hewan ternak untuk aqiqah dengan minimal usianya setengah tahun atau enam bulan. Dengan ata lain hanya domba yang telah memasuki bulan ketujuh yang diperbolehkan untuk aqiqah.

Kambing untuk Aqiqah Sehat dan Tidak Cacat

Kambing untuk aqiqah haruslah sehat. Beberapa hal mendetail yang perlu Anda perhatikan ialah memilih kambing dengan mata yang sehat dengan pandangan yang fokus dan hindari kambing dengan mata yang merah karena hal tersebut menandakan kambing tersebut dalam keadaan sakit. Pilih kambing yang memiliki gigi yang sehat dan kuat dan hindari kambing yang ompong.

Pilih kambing yang memiliki kuku yang bersih karena kambing yang kukunya bersih menandakan bahwa kambing tersebut terbebas dari cacing. Perlu Anda ketahui bahwa kambing yang di dalam tubuhnya terdapat cacing, berbahaya untuk dikonsumsi. Jangan memilih kambing yang cacat baik itu telinga maupun tanduknya atau bahkan hilang anggota tubuhnya.

Jumlah Kambing yang Disembelih

Berdasarkan Hadist Riwayat Abu Dawud, Nasa’I, dan Ahmad dapat diketahui bahwa sewaktu Anda mengaqiqahi anak laki-laki, hendaklah menyembelih dua ekor kambing yang sama sementara untuk aqiqah anak perempuan, hendaklah Anda sebagai orang tua menyembelihkan satu ekor kambing. Jadi pastikan Anda mematuhi ketentuan yang satu ini.

Jadi, sewaktu hendak mengaqiqahi buah hati Anda pastikan Anda memilih kambing yang gemuk setidaknya 30 kg atau 40 kg dan usianya telah mencapai satu. Selain itu perhatikan pula kesehatan mata, gigi, dan kuku kambing. Pastikan tidak ada cacat pada kambing. Sewaktu aqiqah Bandung sembelih dua kambing untuk anak laki-laki dan satu untuk anak perempuan.

baca Juga Aqiqah Cimahi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *