3 Cara Jitu Memperbanyak Basis Data Klien untuk Agen Properti

3 Cara Jitu Memperbanyak Basis Data Klien untuk Agen Properti

Saat memulai tahapan menjadi seorang agen properti dari awal, seseorang mungkin akan mengalami kendala terutama dalam menemukan data calon pembeli atau kliennya.

Jangankan untuk pemula, agen properti senior juga masih sering kesulitan untuk mengoleksi basis data tersebut. Basis data itu sendiri menjadi penting bagi para agen properti untuk bisa mendapatkan listing atau klien potensial untuk bisnis mereka.

Untuk agen pemula, mereka paling tidak memerlukan waktu beberapa bulan untuk bisa membuat semua klien tertarik memakai jasanya dalam jual beli properti Marketing Gallery PIK 2

Lalu, tahapan dan taktik apa yang dapat dilakukan agen pemula untuk cepat menemukan basis data klien dalam jumlah signifikan?

Pada dasarnya, setiap agen Marketing Sedayu Indo Group harus bisa memanfaatkan kekuatan mereka dan mengembangkan prospek serta rencana pemasaran yang benar-benar sesuai dengan jati diri mereka.

Namun, tidak ada salahnya jika mereka bisa mendapatkan strategi agen lainnya dalam meningkatkan jumlah basis data calon kliennya. Dari situ, akan ada latihan yang tentunya bisa didapatkan oleh agen satu sama lainnya.

Berikut ini beberapa tips meningkatkan jumlah basis data untuk mengembangkan bisnis properti agen pemula yang dirangkum dari website Realtor Magazine.

1. Fokus pada Beberapa Hal yang Bisa Diandalkan

Salah seorang agen pemula di New York, Amerika Serikat mempunyai nama Anouk Nora membagikan cerita suksesnya dalam memasarkan properti. Hanya dalam waktu 6 bulan, Nora sudah mendapatkan lisensi sebagai agen properti dan melakukan closing senilai U$D 27 juta atau setara dengan Rp381,5 miliar.

Kemudian, bagaimana cara Nora melakukannya? Dalam ceritanya, Nora dulu adalah seorang produser film yang sudah bekerja sama dengan banyak sutradara kelas belajar A dari Hollywood.

Salah satu tugasnya sebagai produser adalah dengan mencari tempat untuk dijadikan tempat film. Berdasarkan keterangan dari Nora, hal itu membutuhkan banyak penelitian dan upaya untuk memahami properti di tempat tertentu secara detail.

Mentalitas tersebut yang kemudian Nora bawa saat dirinya banting setir menjadi seorang agen properti. Dia tak kenal lelah untuk melakukan penelitian pada banyak properti di sekian banyak wilayah yang ada di New York.

Singkat cerita, Nora menemukan properti yang sukses dia jual ekuivalen U$D27 juta saat dia tengah melakukan riset terhadap lokasi yang memang diincarnya. Saat itu, Noura berpeluang untuk melakukan trafik ke properti yang dimiliki oleh salah seorang artis.

Properti itu sejatinya tidak ada dalam susunan jual, namun Nora memahami bahwa sang pemilik tengah mempertimbangkan untuk menjualnya. Dari situ, Nora yang kenal banyak orang di dunia seni langsung beranggapan untuk menjualnya ke 2 orang yang menurutnya sesuai mempunyai properti itu.

Tanpa waktu lama, Nora mendekati kedua orang itu dan dua-duanya langsung melakukan penawaran terhadap properti tersebut. Kunci kesuksesan Nora dalam closing transaksi tersebut adalah dengan menargetkan klien yang benar-benar telah ia kenal, bahkan semenjak bekerja di industri film.

Dengan begitu, kata Nora, dirinya tak butuh menghabiskan banyak waktu untuk berkirim surat dan sebagainya, melainkan konsentrasi terhadap prospek yang sudah dibuatnya. Nora juga mengakui lebih suka berhubungan dengan tipe orang yang tepat atau cocok dengan tujuannya daripada harus mendekati banyak orang yang memang tidak sesuai dengan tujuannya.

2. Membangun Jaringan Referensi yang Kuat

Referral atau referensi atau juga dapat dikatakan rekomendasi adalah moto hampir setiap agen properti di dunia. Setiap orang tahu alangkah pentingnya referensi bisnis dan bagi para banyak sekali praktisi, itu dapat menjadi teknik untuk mendapatkan banyak klien.

Pentingnya hal itu bisa dilihat pada pengalaman salah satu agen dari Alabama, Amerika Serikat mempunyai nama Lindsay Grandquest. Sebanyak 82% klien yang didapat Lindsay berasal dari rujukan tersebut.

Lindsay sendiri sudah mengembangkan teknik tersendiri untuk dapat tetap terhubung dengan semua kliennya. Dia menambahkan sentuhan individu untuk mengoleksi referensi tersebut.

Lindsay menyatakan tidak pernah menghubungi kliennya dengan nada sebagai seorang sales atau penjual. Sebaliknya, dalam menghubungi semua kliennya dia selalu berbicara “Hai, saya ingin menunjukkan sebuah tempat tinggal di lingkungan kita dan saya langsung berpikir tentang Anda. Apakah anda tertarik?”

Berdasarkan keterangan dari Lindsay, metodenya tersebut lebih mudah dilakukan untuk mengawali sebuah percakapan. Kemudian, di akhir percakapan, Lindsay akan mengingatkan orang yang dia hubungi untuk mengindikasikan siapapun yang mereka kenal yang melakukan pembelian atau memasarkan caranya.

Dia seringkali membuat kontak individu semacam itu selama 4 kali dalam sebulan terhadap semua klien VIP-nya untuk tetap menjadi top of mind atau agen yang sering kali diingat.

Dalam membina jaringan referensi yang kuat, Lindsay pun telah menciptakan teknik cukup inovatif. Dia akan mampir ke kantor dokter gigi atau salon langganannya sambil membawa sedikit hadiah yang disertai dengan kartu namanya. Dengan begitu, orang-orang di sana akan meneruskan informasi untuk setiap pengunjung yang datang dan menyebarkan berita mengenai bisnisnya.

Kemudian, saat mendapatkan referensi, Lindsay akan memberikan tanda terima kasih berupa kupon Starbucks senilai U$D5. Dia pun akan menuliskan terima kasih sebab telah percaya pada dirinya dan juga bisnisnya untuk para kliennya tersebut.

Lindsay meyakini jika seorang agen melakukannya secara terus menerus atau beberapa kali, maka itu akan mengawali sebuah momentum yang tidak terhentikan.

3. Targetkan 5 Orang dalam Sehari

Sebagai agen pemula, menargetkan untuk bisa mendapatkan 5 orang untuk masuk ke database tiap hari adalah sebuah hal yang cukup menantang.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk bisa mendapatkan 5 orang sehari dalam database anda sebagai agen properti. Salah satunya adalah dengan mengirimi mereka e-mail sekali seminggu begitu ada nama-nama di dalam database.

Untuk melakukannya, anda tidak perlu merasa canggung karena kamu dapat mengirimkan mereka e-mail atau pesan di WhatsApp mengenai listing terbaru yang ada di pasar, tips dan trik lokasi rumah, atau hal berhubungan dengan lainnya.

Sebagai agen properti, anda tidak perlu menantikan untuk menemukan cukup banyak orang di dalam susunan database. Langsung saja kirimkan pesan lewat email, SMS, WhatsApp untuk mereka supaya mereka tahu bahwa anda adalah agen aktif yang ingin berinteraksi.

Cara mudah lainnya adalah dengan memanfaatkan lingkaran pertemanan dan keluarga. Tak perlu takut anda akan mengganggu teman-teman dan keluargamu. Tambahkan semua orang yang anda kenal di dalam database tentunya sesudah mendapatkan persetujuan bahwa anda akan mengirimkan informasi mengenai properti setiap saat.

Kamu pun dapat mengirimkan pesan seperti ini untuk memulai tahapan membangun database:

“Saya sangat senang memberi tahu kita bahwa saya sudah lulus tes real estat dan mendapat lisensi! Saya berusaha membangun daftar orang yang mungkin merujuk saya sebagai klien dan saya ingin menambahkan nama kita ke daftar saya. Apakah boleh? Saya hanya akan mengirimkan Anda info yang spektakuler dan akan sangat menghargai bantuan Anda!”

Jangan takut jika terjadi penolakan dan anggap itu sebagai suatu tantangan yang memang harus anda jalani. Ada kalanya kamu juga akan mendapatkan persetujuan atau titik cerah dari usahamu tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *